etika seorang pelajar

ETIKA PELAJAR TERHADAP DIRINYA SENDIRI

 

  1. Seorang pelajar hendaknya menyucikan hatinya dari segala kedustaan,kotoran hati,prasangka buruk,iri hati,aqidah yang sesat dan akhlaq buruk.
  2. Membaguskan niat dalam mencari ilmu,yaitu mencari ilmu bertujuan semata-mata untuk mencari ridha Alloh SWT.
  3. Bergegas mencari ilmu ketika masih muda dan setiap kali ada kesempatan
  4. Seorang pelajar hendaknya bersikap qona’ah (menerima apadanya) terhadap makanan maupun pakaian yang dia miliki.
  5. Seorang pelajar harus mengatur waktu siang dan malamnya,serta memanfaatkan sisa-sisa usianya dengan baik karena usia yag sudah terlewati tidak ada gunanya lagi.
  6. Seorang pelajar hendaknya mengurangi makanan dan minuman karena kekenyangan bisa membuatnya malas beribadah dan membuat tubuhnya merasa berat melakukan aktivitas
  7. seorang pelajar hendaknya memilih sikap wira’i dan hati-hati dalam segala tingkah lakunya
  8. Seorang pelajar lebih baik mengurangi makan makanan yang bisa menyebabkan kebodohan dan melemahkan kinerja panca indra.
  9. Seorang pelajar seharusnya mengurangi waktu tidurnya sepanjang tidak berdampak buruk kepada kondisi tubuh dan akalnya
  10. Meninggalkan pergaulan.Pergaulan yang ditinggalkan disini adalah pergaulan yang lebih bayak menyita waktu untuk bermain-main saja dan tidak banyak mengasah pikiran pelajar.

 

ETIKA PELAJAR TERHADAP GURUNYA

 

  1. Sepatutnya seorang pelajar terlebih dahulu mempertimbangkan dan meminta petunjuk kepada ALLOH SWT.agar dipilihkan guru yang tepat sehingga ia dapat belajar dengan baik dari guru tersebut serta dapat menyerap pelajaran akhlakul karimah dan adab darinya.
  2. Pelajar hendaklah memilih guru yang memiliki pandangan yang sempurna terhadap ilmu syar’i memiliki segudang pengalaman dari seringnya ia berkumpul dan berdiskus dengan para masyayikh terpercaya, Imam syafi’i berkata :”barang siapa belajar (fiqh) dari buku,maka ia telah menyia-nyiakan hukum”
  3. pelajar yang baik akan selalu menjalankan perintah gurunya ,tidak menentang pendapat dan peraturan-peraturannya
  4. memandang guru dengan penuh kekaguman dan rasa hormat ta’dzim berkeyakinan bahwa gururnya memiliki derajat yang sempurna,sesungguhnya sikap itu lebih dekat kepada kemanfaatan.
  5. Mengerti akan hak gurunya dan tidak melupakan keutamaannya,mendoakan sang guru baik ketika ia masih hidup ataupun telah meninggal dunia
  6. berusaha sabar menghadapi sikap kasar atau tabiat buruk sang guru,dan janganlah hal itu menghentikan kemantapan pada guru dan keyakinan akan kesempurnaan sang guru,dan menafsirkan maksud dari perilaku lahiriahnya adalah menunjukan bahwa hal yang baik adalah sebaliknya
  7. seorang pelajar tidak baik menemui gurunya ditempat umum tanpa meminta izin atau pemberitahuan terlebih dahulu
  8. hendaknya pelajar duduk di depan gururnya dengan etika seperti dududk dengan menyimpuh di atas kedua lututnya atau duduk seperti duduk tasyahud dalam shalat.Akan tetapi,ia tidak meletakkan kedua tangannya di atas paha,atau duduk bersila dengan tawadlu tenang dan khusyu
  9. seorang pelajar hendaknya berbicara baik terhadap gurunya
  10. hendaknya seorang pelajar tidak mendahului gurunya dalam menjelaskan suatu masalah atau menjawab soal
  11. jika ia memperoleh sesuatu dari gurunya maka sebaiknya ia menerimanya dengan tangan kanan
  12. hendaknya seorang pelajar berada di depan saat dia dan gurunya berapa pada tempat yang belum pernah diketahuinya untuk mencegah hal-hal yang dikhawatirka

 

sumber:Adabul’alim wal Muta’allim

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s