Guru Honorer Mengadu, Kemen PAN Tegaskan Angkat PNS Sesuai Aturan

Jakarta – Para guru honorer mengadu pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemen PAN pun menegaskan pengangkatan PNS harus sesuai peraturan.

“Posisi pemerintah itu, kami juga harus melihat peraturan-peraturan yang lain. Jangan sampai berbenturan dengan kebijakan yang baru. Pemerintah juga ditekan oleh para mahasiswa yang baru lulus untuk menyediakan lapangan kerja bagi mereka,” ujar Sekretaris Kemen PAN Tasdik Kinanto.

Hal ini dikatakan Tasdik dalam pertemuannya dengan Persatuan Guru Honorer Indonesia di Kantor Kemen PAN, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (31/1/2011).

“Maka dari itu pengangkatan PNS tetap harus melalui prosedur dan memenuhi persyaratan yang ada. Apabila tidak memenuhi syarat ya sudah,” tegas Tasdik.

Pernyataan Tasdik itu setelah menerima 15 perwakilan dari perwakilan guru honorer.

Sementara para guru honorer menilai jawaban pemerintah itu tidak tegas dan terkesan tarik ulur.

“Saya belum puas, karena masih ada tarik ulur. Ini masih harus dibicarakan dengan pihak DPR, Kemenkum HAM, Kemenkeu, dan Kementerian Diknas. Jadi pada intinya aspirasi kamu sudah diterima tapi masih harus dibahas,” ujar Ketua Umum Persatuan Guru Honorer Indonesia(PGHI) Ir Dedi Mulyadi M.M.Pd

Pihaknya akan mendesak Pemerintah Daerah untuk ikut bertanggung jawab atas masalah nasib guru honorer ini, “Jadi tidak sepenuhnya tanggung jawab pusat,” ujarnya.

Seperti dikatakan Ketua Umum Persatuan Guru Honorer Indonesia Ir Dedi Mulyadi M.M.Pd, para guru honorer menolak diskriminasi perlakuan antara guru honorer dan guru berstatus PNS.

“Pada intinya kami menolak diskriminasi. Karena pada jangka waktu setahun, hanya ada satu rekrutmen PNS dan itu kuotanya hanya 30 persen bagi tenaga honorer,” jelasnya.

Para guru honorer itu mengajukan 7 tuntutan, yaitu:

1. Kuota CPNS/PNS diisi 100 persen dari honorer.
2. Seluruh tenaga honorer mulai TA 2011, secara berkala harus menjadi PNS.
3. Tidak adanya perlakukan diskriminasi terhadap tenaga honorer.
4. Azas keadilan terhadap honorer yang mempunyai masa kerja paling tinggi, dan usia rawan.
5. Pendekatan kesejahteraan dengan alokasi APBN serta kebijakan perlindungan hukum bagi tenaga honorer.
6. Tidak ada seleksi tertulis ato akademik.
7. Segera sahkan PP tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.

 

sumber

  1. #1 by adi on Februari 1, 2011 - 3:35 pm

    keadilan dan persamaan hak atau minimal tidak ada kesenjangan yg mencolok antara guru honorer dan guru pns kami setuju, tapi kalo quota cpns 100% diambil dari honorer itu terlalu egois, banyak dari kami yg bekerja keras kuliah dengan modal yg besar. Dan banyak yg secara ‘otak’ mempunyai kemampuan lebih. Masa harus disisihkan begitu saja!
    Dan memang pengangkatan honorer harus dilihat dulu kinerja yg diatas rata2 dan dedikasi yg tinggi utk kemajuan anak didiknya.

  2. #2 by satya on Februari 13, 2011 - 4:18 pm

    wajar saja yg honor didahulukan .. pakai logika saja .. masak sih yg baru lulus kuliah tp mau lbh dulu jd PNS . . tak mau masuk daftar tunggu .. dg tega hati membiarkan org lain menunggu smp bulukan.. Knp kemen PAN itu plin-plan . . ya itu jg sekaligus menunjukkan bhw ndak semua PNS itu pinter .. berlogika spt itu sj sdh bingung .. Knp pula yg baru lulus mau ribut jd PNS sdgkan yg lbh dulu lulus sj msh byk yg hrs masuk daftar tunggu .. dasar sj krn slm ini porsi CPNS utk honorer itu byk yg jd jatah politik para pejabat .. makanya mulut mrk ‘jd pelo’ kalau membahas masalah itu .. Sdh jd karakter buruk bangsa kita : ‘TIDAK MAU TERTIB IKUT ANTRI, WALAU HRS MENGORBANKAN HAK ORG LAIN’ dg mengemukakan berbagai alasan basinya .. heeh .. (kendak kamu lah .. kami lah paham ligat kamu tu !!!)

  3. #3 by mihan on Juli 21, 2011 - 2:33 pm

    saya seorang guru honorer perintis smp satu atap sejak empat tahun lalu sekarang tergeser posisi saya oleh guru baru lulus tes cpns nol tahun pengalaman. padahal selama empat tahun ini saya mengabdikan diri dan melepaskan kesempatan pekerjaan yang lainnya dengan beban anak dan istri saya. setelah saya lihat saya merasa sangat optimis jauh lebih berkompeten dari guru baru tersebut dan saya sangat siap untuk diadu kompetensi kami dari segi apapun!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s