RAGU EUY

Kunci gerbang belum terbuka untuk khalayak awam
Rapat sekali bentuk barisan tak sedikitpun bau harum tercium
Wanginya bisa mematikan setiap syaraf
Jauhnya mampu mengukur garis lintas dan tiap penjuru
Selaras dengan kesederhanaan yang dianut
Bagai racun dunia madu diakhirnya
Lidah memanjang karena hutang tak dilunasi
Banyak terurai kata memenuhi kekosongan ruang
Menegaskan bahwa diri tak pernah sendiri
Kegelapan mengajari untuk belajar menutup mata
Dan Siang hari mendidik untuk belajar menerima kenyataan
Dan waqtu mengatakan kesetiaan itu adalah hidup dan matiku
Normal bila dishubuh hari bulu ari pada berdiri
Lalu mentari menyinari memberi kehangatan pada diri
Panaspun meredup meninggalkan jejaknya dibatu-batu penunggu
Sedang malam dihiasi kerlap-kerlip bintang
Kilauannya memberi petunjuk kepada siapa mesti berharap
Pagipun datang melabuhkan perahu dipantai tanpa tepi
Pasirnya berjatuhan memenuhi tangan-tangan yang menengadah
Tak terhitung jumlahnya seperti tak terhitungnya permohonan
Tak seperti tak terhitungnya pengabdian
Sempurnalah sudah bila merasakan diri tak memiliki apa-apa
Berjalan seperti air yang mengalir mengikis dinding zaman
Menghembus pasti menyusup ke pori-pori otak kiri
Menusuk ke dalam lingkup keangkuhan dan melubanginya
Tak berani lagi memandang sesuatu dengan sebelah kepastian
Membisu beribu basa mengurung dua prasangka dalam kedamaian
Dimenjelang akhjr usia pergerakan
Kudiamkan jasad dan jiwa dalam kumpulan kebaikan
JOELS 24 JAN 08
17;23 WIB LEBAKWANGY ASYRY

Kunci gerbang belum terbuka untuk khalayak awamRapat sekali bentuk barisan tak sedikitpun bau harum terciumWanginya bisa mematikan setiap syarafJauhnya mampu mengukur garis lintas dan tiap penjuruSelaras dengan kesederhanaan yang dianut
Bagai racun dunia madu diakhirnyaLidah memanjang karena hutang tak dilunasiBanyak terurai kata memenuhi kekosongan ruangMenegaskan bahwa diri tak pernah sendiriKegelapan mengajari untuk belajar menutup mataDan Siang hari mendidik untuk belajar menerima kenyataanDan waqtu mengatakan kesetiaan itu adalah hidup dan matiku
Normal bila dishubuh hari bulu ari pada berdiriLalu mentari menyinari memberi kehangatan pada diriPanaspun meredup meninggalkan jejaknya dibatu-batu penungguSedang malam dihiasi kerlap-kerlip bintangKilauannya memberi petunjuk kepada siapa mesti berharap
Pagipun datang melabuhkan perahu dipantai tanpa tepiPasirnya berjatuhan memenuhi tangan-tangan yang menengadahTak terhitung jumlahnya seperti tak terhitungnya permohonanTak seperti tak terhitungnya pengabdian
Sempurnalah sudah bila merasakan diri tak memiliki apa-apa                               Berjalan seperti air yang mengalir mengikis dinding zaman           Menghembus pasti menyusup ke pori-pori otak kiri           Menusuk ke dalam lingkup keangkuhan dan melubanginya          Tak berani lagi memandang sesuatu dengan sebelah kepastian        Membisu beribu basa mengurung dua prasangka dalam kedamaian           Dimenjelang akhjr usia pergerakan               Kudiamkan jasad dan jiwa dalam kumpulan kebaikan

JOELS 24 JAN 0817;23 WIB LEBAKWANGY ASYRY

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s