PERNAH

tetes air mata yang jatuh pada hari ini
telah mematikan syaraf untuk ku berandai-andai
kesedihan yang terjadi saat ini
telah menjerumuskan ku kedalam perasaan-perasaan yang perih
di tengah siang bolong mulut-mulut menertawakan
kerongkongan yang kehausan
di tengah gelap gulita tubuh-tubuh yang sehat
menyisihkan yang sakit kepinggir jalanan
ku katakana pada diri ” jangan takut dengan gelap malam ”
tak mungkin mulut yang bersih mengotori telinga
mencabik-cabik merananya jiwa
tak mungkin mencintai itu membenci
berjalanlah suara-suara kebaikan menyusuri setiap aliran darah
menyambungkan setiap kasih sayang yang putus
menghidupkan benih-benih ketulusan dan kesabaran
setiap ajal menyapaku kenali aku sedapat kau mau
lalu …
lubang-lubang pori mengeluarkan cairan
hawanya memenuhi sebuah ruang dan waktu
hampir saja aku muntah melupakan kebekuan ku
ujung jari kaki sampai ujung lembar rambut
merasakan kekuatan hebat yang memaksa sesuatu untuk keluar
ingin meninggalkan tubuh yang semakin melemah
membunuh harapan yang belum di umumkan
apa dayaku ngkau pandai memperdayaiku
lemas terasa tulang-tulang penyokong tegaknya badan
tak mampu melangkah apalagi berlari mengejar mimpi
jika aku burung, maka tak terpakai sayap-sayap ku
bila aku macan, tak berpengaruh taring-taring ku
aku menyimpan diseluruh tempat dengan hutang-hutang budiku
apa dayaku ngkau terlalu kaya untuk ku
lahir dan bathin mu sungguh-sungguh sangat sempurna
sehingga membuat lupa siapa aku, di depan mu

tetes air mata yang jatuh pada hari initelah mematikan syaraf untuk ku berandai-andaikesedihan yang terjadi saat initelah menjerumuskan ku kedalam perasaan-perasaan yang perihdi tengah siang bolong mulut-mulut menertawakankerongkongan yang kehausandi tengah gelap gulita tubuh-tubuh yang sehatmenyisihkan yang sakit kepinggir jalananku katakana pada diri ” jangan takut dengan gelap malam ”
tak mungkin mulut yang bersih mengotori telingamencabik-cabik merananya jiwatak mungkin mencintai itu membenciberjalanlah suara-suara kebaikan menyusuri setiap aliran darahmenyambungkan setiap kasih sayang yang putusmenghidupkan benih-benih ketulusan dan kesabaransetiap ajal menyapaku kenali aku sedapat kau maulalu …lubang-lubang pori mengeluarkan cairanhawanya memenuhi sebuah ruang dan waktuhampir saja aku muntah melupakan kebekuan ku
ujung jari kaki sampai ujung lembar rambutmerasakan kekuatan hebat yang memaksa sesuatu untuk keluaringin meninggalkan tubuh yang semakin melemahmembunuh harapan yang belum di umumkanapa dayaku ngkau pandai memperdayaiku
lemas terasa tulang-tulang penyokong tegaknya badantak mampu melangkah apalagi berlari mengejar mimpijika aku burung, maka tak terpakai sayap-sayap kubila aku macan, tak berpengaruh taring-taring ku
aku menyimpan diseluruh tempat dengan hutang-hutang budikuapa dayaku ngkau terlalu kaya untuk kulahir dan bathin mu sungguh-sungguh sangat sempurnasehingga membuat lupa siapa aku, di depan mu

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s